Full width home advertisement

Memuat berita...

Post Page Advertisement [Top]


Kilas Radio - Kota Banjar, Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) di Kota Banjar kini mulai memasuki tahapan lanjutan. Proyek strategis ini direncanakan akan berlokasi di wilayah Kecamatan Pataruman, dengan memanfaatkan lahan perkebunan milik PTPN yang luasnya mencapai sekitar 130 hektar. Pembangunan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Proyek PLTS ini tidak hanya sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan telah masuk ke dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Kehadirannya diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama untuk memperkuat pasokan energi bersih di wilayah selatan Jawa Barat. Dengan kapasitas yang besar, PLTS ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ketersediaan listrik berbasis lingkungan di masa depan.

Perwakilan Divisi Pengembangan Bisnis PLN Indonesia Power, Imam Tri Sulistyo, menyatakan bahwa proyek besar ini memiliki manfaat ganda bagi masyarakat. Selain fokus pada penyediaan energi bersih, pembangunan ini juga dirancang untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar lokasi proyek.

Pemilihan Kota Banjar sebagai lokasi proyek didasarkan pada hasil studi kelayakan atau feasibility study yang telah dilakukan secara mendalam sejak tahun 2023. Berdasarkan hasil studi tersebut, Kota Banjar dinilai sebagai lokasi yang paling ideal untuk menampung instalasi PLTS berskala besar. Faktor geografis dan teknis menjadi pertimbangan utama mengapa wilayah ini terpilih dibandingkan lokasi lainnya.

Secara teknis, PLTS berkapasitas 100 MW ini nantinya akan terhubung langsung ke Gardu Induk (GI) Banjar. Skema distribusinya adalah memprioritaskan produksi listrik pada siang hari untuk mencukupi kebutuhan lokal di Kota Banjar terlebih dahulu. Langkah ini memastikan bahwa warga setempat menjadi penerima manfaat utama dari energi yang dihasilkan oleh matahari tersebut.

Jika terdapat kelebihan daya dari hasil produksi siang hari, listrik tersebut akan disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Bali. Imam menegaskan bahwa PLTS adalah pembangkit yang sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon. Proyek ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah dalam menjalankan transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau.










No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib