KRP-Red/Asep Zaenal - Kab.Pangandaran Masalah Sampah Kiriman di Pantai Timur Pangandaran: Dampak Muara Sungai dan Musim Pancaroba
Kawasan pesisir Pantai Timur Pangandaran kembali menghadapi persoalan lingkungan akibat tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai. Hingga Kamis, 23 April 2026 pagi, berbagai jenis sampah organik seperti ranting pohon, kayu, hingga potongan bambu masih terlihat jelas memenuhi area tersebut.
Kondisi ini dilaporkan langsung oleh kontributor PRSSNI, Asep Zaenal, melalui sebuah kiriman video pendek. Dalam laporannya, Asep menunjukkan bahwa material sampah kayu dalam berbagai ukuran tersebut telah terpapar di pantai sejak awal pekan ini.
Banyaknya sampah yang terdampar diduga kuat akibat terbawa oleh arus pantai yang meningkat. Fenomena ini biasanya terjadi pada sore hari ketika volume air laut membesar, sehingga mendorong material dari laut ke daratan pesisir.
Ketua Sar Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, memberikan penjelasan teknis mengenai asal muasal sampah tersebut. Menurutnya, terdapat tiga muara sungai besar yang mengalir langsung ke arah laut di wilayah Pangandaran.
Dari ketiga sungai tersebut, Muara Sungai Citanduy diidentifikasi sebagai penyumbang sampah kiriman paling dominan. Hal ini dikarenakan aliran sungai tersebut melintasi berbagai wilayah sebelum akhirnya bermuara ke Pelawangan Nusakambangan.
Berdasarkan laporan dari para nelayan setempat, tumpukan sampah ini tidak hanya berhenti di bibir pantai. Sampah-sampah tersebut kini dilaporkan telah bergerak menuju ke tengah laut, yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan ekosistem laut.
Kondisi cuaca saat ini yang sedang memasuki musim pancaroba turut memperparah keadaan. Pada musim transisi ini, karakteristik gelombang laut cenderung menjadi lebih tinggi dari biasanya.
Selain gelombang tinggi, fenomena air rob atau pasang air laut juga dilaporkan sedang besar-besaran. Kombinasi antara gelombang dan rob inilah yang mempercepat distribusi sampah dari muara menuju pesisir Pantai Timur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwan Syah, memberikan tanggapannya kepada awak media. Ia mengakui bahwa wilayah pesisir Pangandaran memang kerap menjadi titik kumpul sampah kiriman secara periodik.
Irwan menjelaskan bahwa pola kedatangan sampah ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam, terutama saat angin laut bertiup kencang. Situasi ini biasanya memuncak ketika dibarengi dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu.
Pihak DLHK menegaskan kembali bahwa mayoritas sampah tersebut berasal dari aliran Sungai Citanduy yang terbawa arus. Aliran yang kuat membawa material kayu dan bambu dari daratan hingga akhirnya terdampar di sepanjang pesisir.
Masalah ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat mengingat Pangandaran merupakan destinasi wisata utama. Diperlukan koordinasi lintas wilayah untuk menangani masalah sampah di aliran sungai agar tidak terus mencemari keindahan pantai.


No comments:
Post a Comment