
KRP RED - Tasikmalaya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya terus mengakselerasi penekanan angka pengangguran sekaligus memperluas jaring perlindungan sosial bagi pekerja.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, secara resmi melepas 247 lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program Pemagangan Nasional selama 6 bulan pada Senin (21/9). Ratusan peserta magang tersebut disalurkan ke puluhan perusahaan terverifikasi guna mengasah keterampilan langsung di dunia kerja. Langkah strategis ini diambil untuk menjembatani para lulusan akademis yang kerap dinilai minim pengalaman praktik di lapangan.
Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa program pemagangan ini menjadi modal penting bagi generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan.
> "Yang baru lulus kuliah ingin mencari pengalaman kerja dan tentunya juga setidaknya ingin bagaimana mengalami dunia kerja. Maka dengan melalui program pemagangan ini menjadi satu wadah yang bisa terus belajar, terus memotivasi diri, meningkatkan kompetensi, sehingga ketika masuk dunia kerja yang sesungguhnya betul-betul mereka siap," ujar Asep.
Selama masa pemagangan, para peserta mendapatkan fasilitas berupa uang saku dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan. Khusus bagi peserta magang dari kalangan tenaga medis, Pemkab Tasikmalaya turut memfasilitasi penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital.
Di samping penyerapan tenaga kerja, Pemkab Tasikmalaya juga menggalakkan gerakan "Satu ASN Satu Pekerja Rentan". Inovasi ini digulirkan untuk mendongkrak capaian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini baru menyentuh angka 21,4%.