Banjir merendam permukiman warga di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah tanggul Sungai Citalahab jebol. Peristiwa ini dipicu oleh peningkatan debit air sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin sore. Akibatnya, air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga dengan cepat.
Berdasarkan data yang dilaporkan, sebanyak 223 kepala keluarga atau sekitar 690 jiwa terdampak oleh bencana ini. Di antara para korban, terdapat puluhan lansia dan balita yang memerlukan perhatian khusus. Kondisi ini memaksa warga untuk segera mengungsi dan menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman guna menghindari kerusakan yang lebih parah.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sekitar 200 hektar lahan persawahan di daerah tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, terutama para petani, akan potensi terjadinya gagal panen. Kerugian ekonomi bagi petani setempat diprediksi cukup signifikan jika air tidak segera surut.
Merespons kejadian tersebut, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah bersama pejabat utama Polres Ciamis meninjau langsung lokasi bencana. Selain memantau kondisi tanggul yang jebol, Kapolres juga menyalurkan bantuan sembako kepada para pengungsi. Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak.
Pihak kepolisian juga menyiagakan personel di lokasi-lokasi pengungsian untuk memastikan keamanan warga dan memantau perkembangan situasi. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh penanganan berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Saat ini, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi di masjid sudah mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi bahwa banjir ini tidak hanya melanda Kecamatan Pamarican, tetapi juga merambah ke Dusun Ciparay, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk melakukan penanganan darurat dan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali saat curah hujan masih tinggi.


No comments:
Post a Comment