Dendam Sakit Hati Panggilan "Woy", Rekan Kerja Tega B4nuh Pak Ogah di Banjar

KRP-Red/Kota Banjar
Warga dan pengguna jalan di kawasan Jalan Nasional Siliwangi, Ciaren, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria pada Jumat pagi.

Korban yang sehari-hari dikenal sebagai pengatur lalu lintas atau "Pak Ogah" ditemukan t3was meng3naskan dengan luka t4suk di dekat warung miliknya.

Korban diketahui bernama Asep Kurnia alias Asep Dawus, berusia 48 tahun, yang merupakan warga Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar.

J4sad korban pertama kali ditemukan sekitar jam 06.00 WIB oleh Elom, istrinya sendiri, yang hendak menuju ke warung tempat usaha mereka.

Elom histeris mendapati suaminya sudah tergeletak tak berny4wa di samping kolong warung tempatnya biasa beristirahat.

Jeritan sang istri langsung mengundang kedatangan warga sekitar yang kemudian segera melapor ke pengurus RT setempat dan pihak kepolisian.

Ketua RT setempat, Nana, menyebutkan bahwa korban selama ini dikenal baik dan tidak pernah memiliki masalah maupun perselisihan dengan siapa pun.

Dokter Spesialis Forensik RSUD Kota Banjar, dr. Hendrik, menyatakan hasil otopsi medis memastikan korban t3was akibat tindakan kekerasan berat.

"Dari hasil pemeriksaan, kita temukan ada beberapa luka memar, luka lebam, dan yang paling utama adalah luka terbuk4 di bagian p3rut," jelas dr. Hendrik saat menerangkan kondisi korban.

Ia menambahkan bahwa korban mengalami luka di p3rut yang menembus ke rongga p3rut, sehingga mengakibatkan terjadinya pend4rahan hebat hingga merenggut ny4wanya.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Purnomo Adi Sayang Buana, menegaskan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat merupakan korban pembunuh4n secara berencana.

Di lokasi kejadian perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah pis4u serta sebatang kayu sepanjang 30 sentimeter yang bercak d4rah.

Teka-teki kematian Asep akhirnya terungkap setelah polisi berhasil menangkap S alias Uup, yang tidak lain adalah rekan kerja korban selama empat tahun.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan tersangka S ditangkap di Pasir Koja, Kota Bandung, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB setelah polisi memeriksa tujuh orang saksi.

Motif pembunuhan dipicu dendam lama masalah pembagian uang, serta emosi tersangka yang tersinggung dipanggil “woy” hingga berujung pada penusuk4n dan pemukul4n menggunakan kayu sebelum tersangka melarikan diri.

Post a Comment

Previous Post Next Post